Tak ada yang dapat menampik kontribusi Sergio Busquets terhadap Barcelona. Sejak membela tim utama Barca pada 2008, Busquets sudah mempersembahkan banyak gelar bagi klub ini. Tiga Liga Champions dan delapan gelar La Liga menjadi bukti bahwa kontribusi yang diberikan Busquets tak dapat dipandang remeh. Tak hanya bagi klub, Sergio juga berhasil membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.
Setiap orang ada masanya, dan setiap orang ada masanya. Begitulah kata pepatah bijak. Busquets sudah memasuki penghujung karirnya. Permainannya tak seperti dulu lagi. Tak jarang, Busquets menjadi titik lemah Barcelona. Usia tak dapat bohong. Busquets tak bisa memberikan hal yang sama seperti 10 tahun yang lalu. Sudah sepatutnya Busquets memberikan tongkat estafet lini tengah Barcelona kepada pemain yang lebih muda.
Namun, hal tersebut sepertinya masih menjadi keniscayaan bagi Barca. Rencana untuk mengganti Busquets sebagai gelandang bertahan Barcelona telah dicanangkan sejak tragedi di Anfield. Kala itu, Barca mengincar pemain yang sekiranya dapat menggantikan peran Busquets dilini tengah Barcelona. Hingga akhirnya the Catalans merekrut Frenkie De Jong dari Ajax, hingga yang terbaru, mengontrak Frank Kessie dari AC Milan. Tak ada satupun yang sesuai kriteria yang diharapkan.
Namun, hal tersebut sepertinya masih menjadi keniscayaan bagi Barca. Rencana untuk mengganti Busquets sebagai gelandang bertahan Barcelona telah dicanangkan sejak tragedi di Anfield. Kala itu, Barca mengincar pemain yang sekiranya dapat menggantikan peran Busquets dilini tengah Barcelona. Hingga akhirnya the Catalans merekrut Frenkie De Jong dari Ajax, hingga yang terbaru, mengontrak Frank Kessie dari AC Milan. Tak ada satupun yang sesuai kriteria yang diharapkan.
Bahkan, Frenkie De Jong yang menurut Coach Justin sebagai salah satu gelandang paling cerdas, tak mampu menggeser Busquets dari singgasananya. Xavi Hernandez masih mengandalkan Busquets pada musim ini. Dari 14 pertandingan La Liga musim ini, Xavi masih menjadikan Busquets sebagai starter pada 11 pertandingan, dan memasukkannya sebagai pemain cadangan pada 1 pertandingan. Rerata menit bermain Busquets di La Liga juga masih cukup tinggi, yakni 79 menit per pertandingan. Ini menunjukkan peran Busquets masih cukup vital bagi Barca.
Memang Barca masih berhasil memegang pucuk pimpinan klasemen La Liga hingga pekan ke-14 ini. Akan tetapi, Barca tak lagi mampu bersaing di kompetisi tertinggi Benua Eropa. Pada kompetisi UEFA Champions League (UCL), Barca tersingkir pada babak grup yang berisikan Bayern Munich, Inter Milan, dan Viktoria Plzn. Tim Catalan harus rela turun kasta ke European League untuk kedua kalinya dalam dua musim terakhir. Suatu prestasi yang sangat memalukan untuk klub sebesar Barcelona.
Busquets dengan Piala Eropa 2012
Menilik hasil buruk ini, pencarian suksesor Busquets harus menjadi prioritas utama pada bursa jendela transfer berikutnya. Memang kehadiran Gavi dan Pedri memberikan angin segar bagi masa depan lini tengah Barcelona, akan tetapi belum ada yang mampu menggantikan peran vital Busquets di Barca.
Mencari gelandang bertahan memang tak semudah itu. Akan tetapi, Barcelona rasanya perlu belajar dari tim rivalnya dalam melakukan regenerasi pemain. Pada saat memulai karir di Barcelona, Real Madrid memiliki Xabi Alonso sebagai gelandang bertahan mereka. Setelah Xabi mulai menua, Madrid mendatangkan Casemiro dari Brasil sebagai suksesornya.
Keputusan mendatangkan Casemiro membuahkan hasil, dimana Madrid berhasil mendominasi benua Eropa dengan memenangkan 5 gelar Liga Champions dalam 8 musim terakhir. Selanjutnya, ketika Casemiro sudah memasuki usia kepala 3, Real Madrid tak ragu menjualnya ke Manchester United dengan harga tinggi. Madrid tak ragu menjual Casemiro karena mereka telah mendapatkan penggantinya pada sosok Aurelien Tchouameni.
Barca memang kalah jauh dibandingkan Real Madrid dalam hal regenerasi pemain. Namun, Barcelona harus segera berbenah jika tak ingin selalu tenggelam di European League setiap musimnya. Mengganti sistem permainan juga patut dipertimbangkan untuk mengakomodasi kekurangan Sergio Busquets dan memanfaatkan pemain yang ada.

0 Komentar untuk "MISTERI SUKSESOR BUSQUETS"