-->

who facilitates the work of the false nine and operates in tandem with him to destabilise opposition defences

JUARA FIFA WORLD CUP 2022 YANG MEDIOKER

Argentina menari di tanah Arab. Sang Messiah memimpin anak-anak Argentina untuk memenangkan  turnamen sepakbola terbaik di kolong langit. Hattrick dari Kylian Mbappe hanya mampu membawa Perancis hingga adu pinalti. Pada saat adu tos-tosan, Emi Martinez sekali lagi menunjukkan magisnya dalam menepis tendangan dari duabelas pas.

Gelar Piala Dunia pertama bagi Messi, dan gelar ketiga bagi Argentina setelah terakhir kali memenangkannya pada tahun 1986. Semakin spesial, karena gelar ini diraih ketika Argentina sendiri dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Perekonomian yang ambruk serta nilai tukar mata uang yang anjlok menyebabkan rakyat Argentina kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Setidaknya, gelar Piala Dunia dapat menjadi pelipur lara dan pembangkit semangat bagi para rakyat Argentina untuk bangkit dari keterpurukan.

Mimpi yang akhirnya terwujud

Perjalanan Argentina menuju singgasana juara cukup dramatis mengingat skuad asuhan Scaloni ini kalah pada laga pembuka grup. Juara Copa Amerika 2021 ini kalah 1-2 saat berhadapan dengan Arab Saudi. Tapi, Lionel Messi dan kolega mampu bangkit pada laga-laga berikutnya hingga menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya. 

Argentina memang menjadi favorit juara pada pagelaran Piala Dunia Qatar 2022 ini. Tak terkalahkan dalam 36 laga sebelum Piala Dunia menjadi alasan kuat untuk menjagokan Tim Tango. Messi juga berhasil memimpin negaranya untuk menjuarai Copa Amerika 2021, dimana Argentina berhasil menjuarai Copa Amerika 2021 setelah mengalahkan tuan rumah Brazil pada partai puncak. Padahal, jika dilihat dari komposisi pemain, tak banyak pemain Argentina yang dapat dikategorikan sebagai pemain top di Eropa.

Starting XI Argentina pada laga final Piala Dunia Qatar 2022


Hanya Lionel Messi dan Angel Di Maria yang pernah memenangkan Liga Champions Eropa diantara pemain Argentina yang menjadi starting XI pada laga final menghadapi Perancis. Selebihnya, pemain-pemain yang dibawa Lionel Scaloni hanyalah squad player pada klubnya masing-masing. Kalaupun ada yang memiliki nama besar, biasanya mereka sudah melewati masa keemasannya. Sebagai contoh, Nicolas Otamendi memang dikenal sebagai salah satu bek terbaik saat memperkuat Manchester City. Namun, kini Otamendi sudah melipir dari Liga Premier Inggris untuk menikmati masa akhir karirnya di Benfica.

Rasa medioker yang ada pada skuad Argentina ini semakin terasa ketika Mac Allister yang menjadi pemain penting dalam partai final merupakan salah satu punggawa dari klub Brighton & Hove Albion. Klub yang tak memiliki tradisi kuat dalam kancah sepakbola Inggris. Bahkan, klub berjuluk Burung Camar ini baru kembali merasakan kasta tertinggi sepakbola Inggris pada tahun 2017. 

Skuad Argentina pada Piala Dunia 2022 ini cukup berbanding terbalik jika dibandingkan dengan kemewahan skuad Argentina pada perhelatan Copa America 2015. Pada kompetisi tersebut, Lionel Messi yang masih dalam masa keemasannya dibantu oleh Gonzalo Higuain, Angel Di Maria, hingga Sergio Kun Aguero yang semuanya masih dalam usia emasnya. Namun, pada akhirnya, kemewahan skuad Argentina pada masa itu tak mampu meraih apapun. Tercatat, Argentina kalah pada 3 final dalam 3 tahun berturut-turut. Mulai dari Final Piala Dunia 2014, Final Copa America 2015, dan Final Copa America Centenary 2016. Semuanya memberikan output yang sama. Kekalahan.

Lionel Scaloni tampaknya menyadari bahwa status bintang pemain tak dapat menjadi jaminan keberhasilan suatu timnas. Ia membangun timnas Argentina dengan mencari pemain yang dapat memaksimalkan peran Messi. Hal itu semakin terlihat ketika melihat permainan Argentina yang semakin berpusat kepada Lionel Messi. Namun, ketika Messi buntu, pemain lain dapat menjadi solusi bagi buntunya permainan. Pemain yang dipanggil oleh Lionel Scaloni ini seolah ditugaskan untuk membantu Messi mengembangkan permainannya (serta melindungi Messi).

Rasanya, tak ada masalah dengan status medioker yang dipegang oleh beberapa pemain Argentina. Satu hal yang pasti, tim yang dibentuk oleh Lionel Scaloni ini merupakan tim yang elit jika bermain sebagai kesatuan. Lagipula, tim yang tak seberapa ini akhirnya mampu membantu Messi untuk mendapatkan gelar pelengkap dipenghujung karirnya.

Labels: Atletico Madrid, Barcelona, FIFA World Cup

Thanks for reading JUARA FIFA WORLD CUP 2022 YANG MEDIOKER. Please share...!

0 Komentar untuk "JUARA FIFA WORLD CUP 2022 YANG MEDIOKER"

Back To Top