Argentina akan menghadapi Kolombia pada lagi Final Copa America pada Senin (15/7) pukul 07.00 WIB. Ini akan menjadi pertandingan terakhir Angel Di Maria di timnas Argentina dan kemungkinan menjadi turnamen antar negara terakhir yang dijalani Lionel Messi. Sedangkan, kemenangan di final ini akan memberikan gelar Copa America kedua bagi Kolombia.
Argentina kembali mencapai final Copa America untuk ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir. Ini juga akan menjadi final Copa America kelima bagi Lionel Messi, sayangnya Messi hanya mampu memenangkan satu gelar. Bagi Kolombia, ini menjadi final ketiga mereka setelah terakhir kali mencapai final pada tahun 2001 saat menjadi tuan rumah.
Gelar Copa America 2024 akan menjadi kado perpisahan yang indah bagi Angel Di Maria. Dalam wawancara terakhirnya, Ia mengatakan bahwa partai final Copa America 2024 akan menjadi pertandingan terakhirnya berseragam Albiceleste. Tentu skuad Argentina ingin memberikan kado perpisahan bagi Di Maria. Apalagi, Di Maria menjadi pahlawan bagi Argentina pada gelaran Copa America 2021, dimana Angel Di Maria mencetak satu-satunya gol di partai final. Selain itu, Di Maria juga mencetak gol di partai final Piala Dunia 2022.
![]() |
| Selebrasi Di Maria saat mencetak gol di partai final Piala Dunia 2022 |
Lionel Messi juga diduga akan memainkan pertandingan terakhirnya bagi Argentina. La Pulga telah memberikan beberapa clue kepada media bahwa ia tak akan lagi bermain setelah pagelaran Copa America ini. Ia mengatakan bahwa tak akan lagi bermain bagi Argentian jika kondisinya tak lagi memungkinkan. Apalagi, Lionel Messi sudah semakin sering mengalami cedera. Pada saat menghadapi Ekuador di babak quarterfinal, Messi tampak tak bisa mengembangkan permainannya dikarenakan cedera yang dialaminya.
![]() |
| Lionel Messi menggenggam trofi impiannya, Piala Dunia |
Media dan publik juga masih bertanya-tanya terkait kelanjutan karir Lionel Messi di Argentina. Lionel Scaloni mengatakan bahwa ia dan skuad Argentina akan selalu menerima Lionel Messi kapan pun. Namun, Lionel Messi sepertinya mengeetahui bahwa kemampuannya tak seperti dulu lagi. Fisiknya sudah jauh menurun dan tak jarang harus bermain sambil menahan cedera. Entah bagaimanapun kelanjutannya, Messi akan selalu dikenang sebagai pemain terbaik di dunia. Messi juga merasa bahwa tak ada lagi yang harus dicapainya, terlebih setelah meraih gelar Piala Dunia 2022.
Disisi lain, Kolombia datang ke gelaran Copa America dengan rekor yang mentereng. Kolombia tak pernah kalah dalam 27 pertandingan terakhir, termasuk menyingkirkan Uruguay di babak semifinal. Bahkan Kolombia juga berhasil mengalahkan Brazil pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia dan mengalahkan Spanyol 1-0 pada pertandingan persahabatan Maret kemarin. Scaloni tak boleh memandang remeh skuad asuhan Nestor Lorenzo, apalagi dengan kehadiran James Rodriguez yang akan memberikan ancaman bagi pertahanan Argentina.
Dalam 6 pertemuan terakhir kedua tim, Argentina berhasil memenangkan 3 pertandingan, Kolombia memenangi 1 pertandingan, sedangkan 2 sisanya berakhir seri. Pada Copa America edisi sebelumnya, kedua tim sempat bertemu pada babak semifinal, dimana pertandingan harus ditentukan melalui babak adu pinalti dan Argentina berhasil keluar sebagai pemenang.
Secara materi pemain, Argentina pasti akan selalu diunggulkan, mengingat keberadaan Lionel Messi. Namun, skuad Argentina tak bisa selalu bergantung pada Messi. Usia Lionel Messi yang tak lagi muda membuat performanya mulai menurun. Untungnya, Lautaro Martinez berhasil mengemban tugas tersebut dan berhasil menjadi topscorer sementara dengan 4 gol. Namun, jika dilihat dari sisi kreatifitas, Argentina masih bergantung kepada Lionel Messi yang sudah membuat 13 key passes pada turnamen ini.
Argentina harus mewaspadai performa James Rodriguez pada turnamen ini. Mantan pemain Real Madrid ini seperti terlahir kembali dan menemukan kembali performanya seperti 10 tahun yang lalu. Pada turnamen kali ini, Rodriguez telah mencetak 6 assists. Kolombia cenderung bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Pada babak semifinal, James cs. hanya menguasai 38 persen possession. Namun, Argentina harus mewaspadai long ball yang dilepaskan para pemain Kolombia. Terlebih James Rodriguez berhasil mengirim 17 key passes, 10 diantaranya adalah long ball.
Sepertinya pertandingan Final kali ini akan berjalan dengan keras. Apalagi ukuran lapangan yang lebih kecil dari ukuran standar, maka ruang antar pemain akan lebih kecil dan kemungkinan terjadinya benturan lebih besar. Prediksi saya, pertandingan akan berlanjut hingga perpanjangan waktu dan ada kemungkinan harus berakhir dengan adu pinalti. Argentina sedikit saya unggulkan untuk menang tipis 2-1 pada perpanjangan waktu.
Thanks for reading PREVIEW FINAL COPA AMERICA ARGENTINA VS KOLOMBIA: GOAT'S LAST DANCE?. Please share...!


0 Komentar untuk "PREVIEW FINAL COPA AMERICA ARGENTINA VS KOLOMBIA: GOAT'S LAST DANCE?"