-->

who facilitates the work of the false nine and operates in tandem with him to destabilise opposition defences

LAMINE YAMAL: THE NEXT MESSI ATAU NGIKUTIN ANSU FATI?

Lamine Yamal, bocah 16 tahun berkewarganegaraan Spanyol berhasil membuat seluruh dunia melongo. Saat bocah seumurannya masih sibuk dengan tugas-tugas sekolah, beberapa mungkin terlibat tawuran, Yamal malah membantu Spanyol mencapai Final Euro 2024. Ia bahkan mencetak gol sensasional saat menghadapi Perancis di babak semifinal. The Next Messi?

FC Barcelona tak henti-hentinya menghasilkan talenta muda luar biasa. Nama-nama top dan mentereng lulusan La Masia, akademi Barca, telah malang melintang di dunia sepakbola. Mulai dari Pep Guardiola, Xavi Hernandez, Iniesta, hingga Lionel Messi telah menjadi legenda sepakbola. Bahkan, beberapa tahun yang lalu, ada satu nama yang digadang-gadang menjadi penerus Lionel Messi di Barcelona, yakni Ansu Fati. Meski pada akhirnya Ansu Fati harus menderita cedera panjang dan belum mendapatkan kembali performa terbaiknya. Tak hanya Ansu, Barca juga mengorbitkan Gavi dan beberapa nama lainnya.

Sekarang, Lamine Yamal muncul kepermukaan. Sebelum menjadi bintang di Euro 2024 ini, Yamal telah menjadi pemain penting bagi tim utama Barcelona. Bayangkan, bocah 16 tahun menjadi tulang punggung bagi klub sebesar FC Barcelona. Tentu talenta yang dimiliki Yamal sangat luar biasa. Musim 2023/2024 di La Liga, Yamal menjadi starting line-up sebanyak 22 pertanding, dan menjadi pemain pengganti 15 kali. Artinya, di usianya yang baru 16 tahun, Lamine sudah terlibat dalam 37 dari 38 pertanding. Sungguh ironi memang. Klub sebesar Barca harus bergantung pada bocah ingusan.

Ya mau bagaimana lagi. Kemampuan remaja tanggung ini membuat pelatih di Barca tak punya pilihan. Skill dan cara bermainnya mengingatkan kita kepada Lionel Messi muda. Cara dribbling dan passing Yamal sudah cukup matang dan sangat membuat repot lawan. Musim 2023/2024, Yamal berhasil membuat 5 gol dan 8 assists. Sangat impresif untuk pemain belia. Beberapa media Eropa juga memberi label "The Next Messi kepada Yamal. Apalagi foto Yamal saat dimandikan Lionel Messi mulai viral belakangan ini.

Anak sekecil itu berkelahi dengan Om-Om

Mungkin Barca ini sejenis klub yang manajemennya memiliki sifat dengan keledai. Yamal berpotensi burn out, seperti kakak tingkatnya di La Masia, Ansu Fati dan Gavi. Jika tak berhati-hati menggunakan Lamine, dikhawatirkan perkembangan fisik Yamal akan terganggu. Tak hanya itu, Yamal juga dikhawatirkan mengalami nasib seperti Ansu. Selain terbebani secara fisik, Ansu Fati seperti terbebani secara mental. Apalagi Ansu diberikan nomor punggung "10" sepeninggalan Lionel Messi.

Kehadiran Lamine Yamal di skuad Barcelona memberikan angin segar bagi masa depan Barcelona. Ditengah gempuran Los Galacticos Jilid 3 Real Madrid, Lamine diharapkan bisa menjadi "Lionel Messi Baru" bagi Barca, setidaknya 15 tahun mendatang. Apalagi, Barca juga sedang mengalami krisis keuangan sehingga tak mampu mendatangkan pemain kelas dunia. Akan tetapi, Barca perlu berhati-hati dalam menangani Lamine Yamal. Jangan sampai Yamal bernasib seperti Ansu Fati yang layu sebelum berkembang.

Tentu saja, sebagai fans Barcelona, saya mengharapkan Yamal bisa bersinar dan menjadi pemain terbaik dunia. Mengikuti jejak Lionel Messi, atau dalam wawancaranya dengan Marca, Yamal berharap bisa mencapai setengah dari capaian Messi. Oleh karena itu, Barca perlu belajar dalam menangani pemain muda potensial. Jangan sampai para pemain ini malah terbebani dengan tuntutan yang dibebankan kepadanya. Apalagi, Barca harus sadar bahwa Lamine masih muda. Secara mental, tentu dia belum siap dengan sorotan media. Media Barcelona terkenal kejam terhadap pemain Barca yang tampil dibawah standar.

Lionel Messi pada awal karirnya juga sempat mengalami cedera berulang. Namun, Barca mengambil langkah tepat untuk "mengurus" Messi. Mereka akhirnya memberikan diet khusus hingga perawatan khusus kepada Lionel Messi. Cedera torn muscle bundle pada musim 2007/2008 membuat Barca memberikan perhatian khusus kepada Messi. Hasilnya, Messi menjadi jarang cedera dan hanya melewatkan 8 pertandingan karena cedera sejak musim 2008/2009 hingga 2012/2013. Langkah yang sama seharusnya diberikan Barcelona kepada Lamine Yamal dan Gavi. Barca tak dapat mengorbankan masa depan Lamine hanya demi beberapa pertandingan.

Labels: Barcelona

Thanks for reading LAMINE YAMAL: THE NEXT MESSI ATAU NGIKUTIN ANSU FATI?. Please share...!

0 Komentar untuk "LAMINE YAMAL: THE NEXT MESSI ATAU NGIKUTIN ANSU FATI?"

Back To Top