-->

who facilitates the work of the false nine and operates in tandem with him to destabilise opposition defences

PHP ala Indonesia

Umpan jauh dari Kurnia Meiga yang langsung menuju pertahanan Saudi Arabia memaksa pemain bertahan tim tamu melakukan kesalahan komikal. Boaz Solossa dengan dingin menaklukan kiper Arab Saudi yang mirip tiang listrik itu. Seketika itu juga stadion Gelora Bung Karno berguncang. Indonesia unggul di menit ke-4 yang memberi harapan yang tinggi, seperti harapan Alm. Ricky Jo untuk persatuan sepakbola Indonesia.

Tapi, Indonesia tak ubahnya seperti anak baru gede zaman sekarang, yang suka memberi harapan palsu. Indonesia dipaksa bermain lambat dan mengikuti tempo yang di buat Arab Saudi. Krosing-krosing dari Arab  Saudi kerap memaksa Hamka Hamzah berjibaku menghadapi lompatan-lompatan dari striker-striker jangkung Arab Saudi. Igbonefo juga sepertinya belum cukup untuk jadi tembok udara yang kokoh. Terbukti, 2 gol dari Arab Saudi berawal dari krosing yang gagal di antisipasi Hamka dan Viktor.

Penampilan Indonesia memang tidak terlalu buruk, tapi keputusan RD untuk tidak memainkan F.Utina sangat disayangkan. Utina yang sekarang berada di klub Persib akan sangat berguna jika seandainya diduetkan dengan Ponaryo. Indonesia kerap linglung karena tidak adanya pembagi bola dilini tengah. Pergerakan dari Van Dijk dan Boas kerap sia-sia dan terlambat sehingga bola langsung mampu di intersep Saudi.

Memang tim ini baru berumur 1 minggu. Tapi ini adalah buah dari keegoisan para pemimpin sepakbola di negara ini. Dengan potensi yang ada, seharusnya Indonesia harus bisa berbicara banyak di kancah Asia. Mungkin dengan terwujudnya KLB, akan membuat timnas Indonesia lebih kuat dan tidak menjadi PHP yang membuat rakyat geram.
Labels: Nasional

Thanks for reading PHP ala Indonesia. Please share...!

0 Komentar untuk "PHP ala Indonesia"

Back To Top