-->

who facilitates the work of the false nine and operates in tandem with him to destabilise opposition defences

Perantau Yang Datang Kembali

Awal musim 2011/2012, Alexis Sanchez datang dari Udinese, memang dia telah menjadi incaran banyak klub top Eropa saat itu, namun dia memilih Barcelona sebagai klub barunya. Nomor 9 adalah nomor yang dipilih oleh Sanchez untuk menghiasi bagian belakang jersey nya. Tapi posisinya bukanlah sebagai 'si nomor sembilan' yang selama ini di kenal orang. Mantan pemain Colo-colo ini lebih sering bermain sebagai penyisir lapangan.

Memang, si nomor 9 asli seolah tak bersahabat lagi dengan Barcelona semenjak Lionel Messi beralih fungsi menjadi si palsu 9. Para target-man seakan tak mampu bersaing di lini depan Barca. Bukannya tanpa sebab, taktik Barcelona yang berpusat pada Lionel Messi menjadi bumerang bagi para target man. Mulai dari Eto'o sampai Ibrahimovic di buang oleh Barca ke kota Mode. Tak hanya itu, David Villa yang saat di Valencia bermain sebagai target man harus mau menjadi winger atau pun penyerang kiri.

Jujur, saya merindukan sosok Ibra yang mampu mengkonversi krosing-krosing yang dilepaskan Dani Alves. Nah, sepertinya Jordi Roura mendengar keluhan saya. Pada laga Barca vs. Deportivo, Villa di plot sebagai penyerang tengah. Hasilnya? Memang belum terlihat. Tapi saat menghadapi Milan, kehadiran Villa membuat lagu 'Dilema' dari Cherry Belle seolah terputar di kepala Mexes dan Constant yang dibuat bingung harus menjaga Messi atau Villa. Villa yang bergerak ketengah memberi ruang kepada Messi untuk berkreasi. Itu tampak nyata pada gol pertama Barca. Messi memang masih tetap menjadi penyerang, tapi ia berada agak dibelakang Villa. Kalau di Football Manager, Messi ibarat trequartista yang punya longshot mumpuni.



Sosok Messi memang tak akan pernah lepas dari lini penyerangan Barca, tetapi musuh-musuh Barca sudah semakin sering menerapkan man-marking yang ketat terhadap Messi. Alah, memang agak naif untuk berbicara soal taktik. Tapi yang pasti kehadiran sang Guaje membuat serangan Barca semakin variatif, se variatif gaya rambut CR7 dan mengingatkan kita akan permainan Barca saat awal kepelatihan Guardiola. Sosok Samuel Eto'o saat itu seolah kembali lagi, tetapi dalam wujud yang lebih putih dalam diri David Villa. Hal ini ibarat perantau yang pergi melanglang buana, dan akhirnya kembali lagi ke rumahnya. 

HE'S BACK


Namun, perantau yang kembali itu sudah berkepala 3. Sudah seharusnya Barca mencoba mencari si nomor-nomor 9 lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi umur perantau yang semakin menua. Tapi, perantau itu masih mau mengulang kesuksesannya dahulu, dengan logo di dada yang sama, ditempat yang sama, di Wembley.
Labels: Barcelona

Thanks for reading Perantau Yang Datang Kembali. Please share...!

0 Komentar untuk "Perantau Yang Datang Kembali"

Back To Top