Barcelona memiliki misi mulia dalam menghadapi Real Madrid pada Final Copa Del Rey, pada 27 April 2025 waktu setempat. Hansi Flick ingin menunjukkan dominasi total atas Real Madrid di musim ini. Setelah meraih dua kemenangan telak dalam dua pertemuan terakhir, skuad asuhan Hansi Flick tentu tak ingin dominasi tersebut berakhir. Disisi lain, Real Madrid tentu ingin membalaskan dendam di Piala Super Spanyol. Terlebih, kemenangan akan menjadi kado perpisahan manis bagi Ancelotti yang diisukan akan hengkang pasca laga final menghadapi Barca.
Perseteruan Real Madrid dan Barcelona kembali terjadi di ajang partai puncak Piala Raja Spanyol. Dua rival abadi ini akan memperebutkan tahta puncak Piala Raja Spanyol di Estadio La Cartuja de Sevilla. Ini merupakan El Classico
jilid ketiga pada musim 2024/2025. Dua El Classico sebelumnya menjadi panggung bagi Barcelona untuk mempermalukan Kylian Mbappe cs. Laga pertama di Estadio Santiago Bernabeu pada lanjutan La Liga, Barcelona berhasil membuat Real Madrid gigit jari dengan menyarangkan 4 gol tanpa mampu dibalas oleh penyerang Real Madrid. Sedangkan, El Classico jilid kedua dipentaskan pada ajang Piala Super Spanyol. Los Blancos lagi-lagi dipermalukan dengan skor 2-5.
Dominasi Barca atas Madrid pada musim ini tak menjadi jaminan kemenangan bagi Azulgrana. Vinicius tentu tak mau terus dipermalukan oleh Barcelona. Terlebih lagi, gelar Copa del Rey bisa menjadi pelipur lara bagi Real Madrid yang baru saja disingkirkan Arsenal diajang Liga Champions. Apalagi, Madrid memiliki rekor yang sedikit lebih baik jika berhadapan dengan Barcelona di Final Copa Del Rey. El Classico sudah mentas sebanyak 7 kali di Final Copa Del Rey. Hasilnya, Los Blancos berhasil menang 4 kali, sedangkan sisanya menjadi milik Barcelona. Selain itu, 2 final El Classico terakhir berhasil dimenangkan oleh Real Madrid.
| Tahun Pertemuan | Pemenang | Skor Akhir | Runner-up | Venue Final |
|---|---|---|---|---|
| 1936 | Real Madrid | 2–1 | Barcelona | Mestalla, Valencia |
| 1968 | Barcelona | 1–0 | Real Madrid | Santiago Bernabéu, Madrid |
| 1974 | Real Madrid | 4–0 | Barcelona | Vicente Calderón, Madrid |
| 1983 | Barcelona | 2–1 | Real Madrid | La Romareda, Zaragoza |
| 1990 | Barcelona | 2–0 | Real Madrid | Mestalla, Valencia |
| 2011 | Real Madrid | 1–0 (aet) | Barcelona | Mestalla, Valencia |
| 2014 | Real Madrid | 2–1 | Barcelona | Mestalla, Valencia |
Barcelona sedikit diunggulkan pada pertandingan final kali ini. Hal ini tak lepas dari performa yang ditunjukkan anak asuh Hansi Flick. Keberhasilan Barcelona lolos ke semifinal Liga Champions menambah rasa percaya diri Lamine Yamal cs. Apalagi, kemenangan atas Real Madrid akan mendekatkan Los Cules meraih tri-gelar ketiga sepanjang sejarah klub.
Meskipun demikian, Barca menyongsong final kali ini dengan perasaan harap-harap cemas. Striker andalan klub Catalan ini, Robert Lewandowski, harus absen di laga kontra Real Madrid. Tak hanya itu, Lewandowski juga dikhawatirkan tak dapat tampil pada babak semifinal Liga Champions kontra Inter Milan. Sebuah keuntungan bagi Real Madrid. Apalagi, Lewandowski berhasil mencetak 3 gol dalam 2 pertandingan terakhir kontra La Real.
Hansi Flick harus segera menemukan jawaban atas cedera yang dialami Lewy. Terlebih, skuad Barcelona sudah mulai menunjukkan kelemahannya dalam beberapa pertandingan terakhir. Jangan sampai, kejadian di Signal Iduna Park saat menghadapi Dortmund terulang kembali. Barca harus segera bangkit dan kembali ke jalur yang benar demi raihan tri-gelar.
Real Madrid juga bukan tanpa masalah. Tersingkir di Liga Champions membuat masa depan Ancelotti di Bernabeu dipertanyakan. Florentino Perez dikabarkan sudah siap berpisah dengan Don Carlo pasca laga menghadapi Barca, terlepas dari hasil final tersebut. Ancelotti dianggap tak mampu menemukan solusi atas buntunya permainan Real Madrid beberapa bulan terakhir. Apalagi, kedatangan Kylian Mbappe tak mampu mengangkat performa lini serang Los Blancos.
Pertandingan El Classico akan selalu menarik perhatian pecinta sepakbola. Setelah berakhirnya era Messi-Ronaldo, daya tarik El Classico memang sedikit menurun. Akan tetapi, gairah tersebut kembali meningkat beberapa musim terakhir. Apalagi kemunculan Lamine Yamal di Barca seperti ditakdirkan untuk mengimbangi kedatangan mega bintang Kylian Mbappe di Santiago Bernabeu.
Taktik kedua tim sepertinya tidak akan banyak berubah dibandingkan pertemuan terakhir. Hansi Flick kemungkinan besar masih akan memainkan garis pertahanan tinggi sembari memasang jebakan offside. Sementara itu, lini serang Madrid akan berusaha mengeksploitasi tingginya garis pertahanan Blaugrana sembari berharap bisa lolos dari jebakan offside. Ketiadaan Lewandowski sepertinya akan sedikit mengubah pola serangan Barca. Namun, Lamine dan Rapinha akan tetap mengisi sisi sayap Barcelona.
Pecinta sepakbola mengharapkan pertandingan yang menarik dan menghibur untuk ditonton. Ditengah situasi dunia yang carut marut, kehadiran El Classico diharapkan mampu memberikan hiburan tersendiri. Apalagi, ini merupakan final El Classico Copa del Rey pertama setelah 10 tahun. Dan tentu saja, final El Classico di Copa del Rey selalu menyajikan momen-momen ikonik yang akan dikenang oleh seluruh pecinta sepakbola.
Thanks for reading PREVIEW FINAL COPA DEL REY 2025. Please share...!

0 Komentar untuk "PREVIEW FINAL COPA DEL REY 2025"