Partai final Copa America kali ini cukup unik dan memberikan kesan tersendiri. Sempat ditunda hingga 1 jam lebih akibat kericuhan yang terjadi di luar Hard Rock Stadium. Akhirnya, Argentina berhasil mempertahankan gelar juara Copa America setelah mengandaskan perlawanan Kolombia dan memberikan kekalahan pertama bagi James dkk dalam 29 pertandingan terakhir. Gol Lautaro Martinez pada masa perpanjangan waktu sudah cukup membuat Lionel Messi mengangkat Piala Copa America untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Congrats, Goat!
Kolombia belum mampu menahan keperkasaan Argentina pada partai puncak Copa America 2024. Negara kelahiran Pablo Escobar ini harus takluk dengan skor 0-1 kepada Argentina melalui gol Lautaro Martinez di babak perpanjangan waktu. Selain itu, Kolombia juga gagal memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam 28 pertandingan terakhir. Akhir yang manis bagi bagi karir Di Maria di timnas Argentina. Skuad Argentina berhasil memberikan kado perpisahan yang indah bagi Angel Di Maria dalam pertandingan terakhirnya bagi Argentina.
Kebanyakan pertandingan sepakbola di Amerika Latin berjalan dengan keras. Begitu juga dengan Final Copa America kali ini. Terhitung 61 tekel yang dilepaskan. 28 percobaan dilakukan oleh Argentina, sedangkan 33 tekel dilakukan skuad Kolombia. Kerasnya pertandingan juga memaksa Lionel Messi harus mengakhiri pertandingan lebih awal. La Pulga harus ditarik keluar lapangan dikarenakan cedera. Messi tampak menangis karena tak mampu melanjutkan pertandingan.
![]() |
| Messi mengangkat piala keempatnya bersama Argentina dalam 3 tahun terakhir. |
Semenjak ditangani Lionel Scaloni, Argentina telah berubah menjadi monster yang menakutkan. Tim ini mampu menyesuaikan permainan sesuai dengan taktik lawan. Hal ini kembali terbukti pada pertandingan final ini. Kolombia berhasil mendominasi ball possession 56 persen dan 44 persen bagi Argentina. Namun, James Rodriguez cs tak mampu melepaskan ancaman ke gawang Emi Martinez. Dari total 19 percobaan ke gawang Martinez, hanya 4 yang berhasil mengenai sasaran. Disisi lain, Argentina bermain lebih efektif. Messi cs hanya melepaskan 11 attempts dimana 6 diantaranya tepat sasaran dan berbuah 1 gol melalui kaki Lautaro Martinez.
Argentina seolah sengaja membiarkan Kolombia memegang bola dan baru melakukan pressing ketika para pemain Kolombia memasuki setengah lapangan permainan. Para pemain bertahan Argentina juga sigap dalam mengantisipasi long ball yang dilepaskan para bek Kolombia. Lisandro Martinez tampil luar biasa dengan melakukan 6 clearances dan memblok 2 tendangan dari Kolombia. Partner Lisandro, Cristian Romero juga tampil apik dengan 3 intersep dan 5 kali clearances.
James Rodriguez tetap menjadi aktor utama bagi serangan Kolombia. Mantan pemain AS Monaco ini total melepaskan 3 key passes sebelum akhirnya digantikan pada akhir waktu normal. Setelah James Rodriguez meninggalkan lapangan, maka tak ada lagi kreativitas dalam permainan Kolombia. Praktis mereka hanya mengandalkan set pieces untuk membobol gawang Argentina.
Pergantian pemain yang dilakukan Lionel Scaloni juga tepat dan sesuai dengan kebutuhan permainan. Hilangnya Lionel Messi mengurangi daya gedor dan kreativitas Argentina. Pada pertengahan babak pertama extra time atau menit ke-97, Lionel Scaloni memasukkan Lautaro Martinez, Giovani Lo Celso, dan Leandro Paredes. Uniknya, ketiga pemain tersebut berhasil melakukan kombinasi permainan untuk membobol gawang Kolombia di menit ke-112. Tackling Leandro Paredes berhasil merebut bola dari kaki pemain Kolombia, kemudian dia mengirim umpan kepada Lautaro. Selanjutnya Lautaro melakukan umpan satu dua dengan Lo Celso dan berhasil menaklukkan Camilo Vargas.
Gelar Copa America ini semakin melengkapi karir cemerlang Lionel Messi. Tak terasa sudah 20 tahun sejak debut pertamanya. Kini, Leo telah memenangkan total 45 gelar juara. Setelah mengalami penderitaan yang luar biasa pada tahun 2014 hingga 2016, dimana ia dan timnas Argentian kalah dalam 3 final beruntun. Lionel Messi dipastikan akan semakin menikmati sepakbola disisa karirnya. Terima Kasih, Leo!
Thanks for reading POST MATCH COPA AMERICA: ARGENTINA JUARA (LAGI). Please share...!

0 Komentar untuk "POST MATCH COPA AMERICA: ARGENTINA JUARA (LAGI)"