-->

who facilitates the work of the false nine and operates in tandem with him to destabilise opposition defences

MENDOMINASI MELALUI FULL BACK

Liverpool baru saja merengkuh gelar Piala Dunia Antar Klub. Ini melengkapi sukses mereka tahun ini. Tercatat, pada tahun 2019, klub asal Mersyside ini berhasil meraih tiga gelar prestisius. Tentu kesuksesan mereka tahun ini akan semakin lengkap jika The Kop berhasil merebut gelar Liga Premier Inggris dari tangan Manchester City. 

Beberapa pemain dianggap sangat bersinar dan membantu Liverpool menjadi klub yang ditakuti saat ini. Trio lini depan andalan Klopp tentu mendapat perhatian yang paling besar. Kombinasi Firmino, Sadio Mane, dan Moh Salah belum dapat dihentikan oleh klub Premier League musim ini. Total 25 gol telah diciptakan oleh trio ini, lebih dari 50 persen jumlah gol Liverpool di Liga Inggris. Catatan ini membuktikan bahwa kombinasi Amerika Selatan-Afrika ini merupakan bagian yang sangat penting bagi kesuksesan The Reds.



Namun, tak dapat dipungkiri, bahwa kesuksesan Liverpool kali ini tidak lepas dari kontribusi pemain lain. Yang menarik perhatian adalah duo fullback yang dimiliki oleh Liverpool, yakni Trent A. Arnold dan Andy Robertson. Kedua fullback ini menjadi kunci sukses Liverpool untuk menguasai sisi flank di setiap pertandiangannya. Selain melakukan tugas bertahan dengan baik, keduanya juga kerap mengirimkan umpan silang ke dalam kotak pinalti lawan dan menghasilkan gol dan memecahkan kebuntuan. 

Memang, pada sepakbola modern peran fullback menjadi sangat penting. Tak hanya bertahan, fullback dituntut memiliki kreativitas dalam melakukan serangan. Tim-tim yang menjuarai UCL beberapa tahun terakhir dapat dipastikan memiliki sepasang fullback yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Sebelum Liverpool, Real Madrid merajai Eropa selama 3 musim berturut-turut. Duet Marcelo-Carvajal dapat memberikan rasa nyaman disisi flank. Terlebih lagi, Carvajal dan Marcelo berada pada puncak performanya. 

Sebelum Real Madrid, ada FC Barcelona yang menjuarai UCL dengan trio MSN-nya. Kala itu, kemampuan Alves dan Alba yang menjaga sisi flank Barcelona sukses mengantarkan Barca meraih treble winners. Mundur lebih jauh, Bayern Munich meraih kesuksesan treble winners dengan mengandalkan Alaba dan Philip Lahm disisi fullback. Bahkan, pada saat itu, kedua fullback FC Hollywood kerap mengirimkan umpan silang seperti yang dilakukan oleh TAA dan Andy Robertson saat ini. 

Peran fullback yang sangat penting jugalah yang membuat Pep Guardiola melakukan investasi yang sangat besar pada posisi ini pada periode kedua masa kepelatihannya di Manchester City. Beberapa fullback mentereng didatangkan oleh Pep. Sebut saja Kyle Walker, Benjamin Mendy, dan awal musim lalu kembali mendatangkan Joao Cancelo. Hasilnya memang cukup tokcer, 2 gelar Liga Inggris berhasil dipersembahkan oleh Guardiola kepada para fans Manchester City.

Ini menjadi pembelajaran bagi para tim-tim Eropa, jika mereka ingin menguasai benua Eropa, maka para tim tersebut harus mau berinvestasi kepada pemain yang berposisi fullback. Memang mencari fullback yang cocok untuk kebutuhan tim sangatlah sulit. Bahkan Liverpool saja harus menunggu beberapa tahun hingga akhirnya menemukan sepasang fullback yang sesuai dengan kebutuhan tim. Akhirnya, jika ingin mendominasi, dominasilah posisi fullback terlebih dahulu.
0 Komentar untuk "MENDOMINASI MELALUI FULL BACK"

Back To Top