Akhir-akhir ini saya disibukkan dengan kepanitian kampus yang menuntut waktu banyak. Selalu berada dikampus dari pagi sampai soremembuat kepenatan yang ada semakin menumpuk. Bukannya tak bersyukur, tapi sudah sebulan terakhir saya rajin ke kampus, padahal kegiatan akademik sedang libur. Disaat yang lain sedang bertamasya mencari motivasi baru untuk skripsi, saya malah berkutat dengan kampus dan tetek bengeknya.
Tapi tetap saja pikiran dan jiwa ini tak bisa lepas dari sepakbola. Setiap jemari memegang telepon seluler, hal yang pertama saya harapkan adalah berita tentang transfer pemain ke Barcelona. Ya, saya masih berharap ada pemain baru yang datang ke Barcelona. Paulinho dan Dembele tidaklah cukup. Bukannya saya pesimis terhadap pemain akademik Barca, seperti Rafinha ataupun Sergi Roberto. Mereka merupakan pemain yang sangat berkualitas, namun pelatih Barca masih saja tidak percaya terhadap mereka. Bahkan pada laga menghadapi Alaves, Rafinha tidak turun sedangkan Roberto tetap dimainkan sebagai bek kanan. Malang nian nasibmu, Sergi.
Nah, tentu saya akan tenang, jika mereka tidak menjual salah satu dari mereka. Apalagi ada isu terbaru tentang kepergian Denis Suarez. Mau jadi apa Barcelona ini?. Denis ini cukup berbakat dan memiliki potensi, hanya saja dia kurang memiliki menit bermain. Permainannya saat menghadapi Alaves cukup memuaskan. Dribel-dribelnya mampu memberikan warna tersendiri terhadap permainan Barca yang ala kadarnya.
Bursa transfer tinggal sebentar lagi. Tim-tim kampret seperti PSG, Real Madrid, dan tentunya Barcelona akan berusaha mendapatkan pemain incaran mereka. Mbappe dikabarkan akan segera mendarat di Paris. Tentu ini hal yang gila. Apalagi mereka baru saja mendatangkan Neymar dengan harga tak masuk akal. Sedangkan, Barcelona masih berusaha mengamankan jasa Coutinho dari Liverpool.
Detik-detik transfer yang semakin mendekat, sepertinya membuat para jantung fans berdetak semakin kencang. Bagi fans Liverpool, mereka tentu berharap Coutinho tetap bersama mereka di Anfield dan menyanyikan mars "You'll never walk alone" sesaat sebelum bertanding. Sedangkan bagi fans AS Monaco, mereka sepertinya tak berharap banyak tentang Mbappe. Toh, mereka sudah terbiasa ditinggalkan para bintangnya di musim ini.
Tak ada yang dapat memprediksi apa yang akan terjadi. Jeda internasional memperparah semua kondisi ini. Kita tak akan tau sampai semuanya terjadi. Hanya waktu yang dapat menjawab. Semoga, apa di-tweet-kan oleh masing-masing admin klub, sesuai dengan ekspektasi kita. Kalaupun tidak sesuai, bukankah tidak semua yang kita harapkan bisa terjadi?. Akhirnya, kita para fans layar kaca, hanya bisa pasrah menunggu seraya berdoa, semoga Indonesia menang atas Fiji.
0 Komentar untuk "MENANTI SAMPAI AKHIR"