-->

who facilitates the work of the false nine and operates in tandem with him to destabilise opposition defences

KEYAKINAN YANG TAK BISA DI YAKINI

Tentu, saya tak akan membahas tentang keyakinan yang saya anut disini. Ini adalah tempat untuk menulis keluh kesah saya tentang sepakbola, khususnya sepakbola Indonesia dan Barcelona. Ya, walaupun kebanyakan saya membahas tentang Barcelona. Bukannya sepakbola Indonesia tak menarik untuk dibahas, namun jika ingin dibahas, maka topik yang muncul tak akan jauh dari perseteruan antara the Jak dan Bobotoh, ataupun regulasi Liga 1 yang sering tiba-tiba berganti seperti mood para wanita diluar sana.

Keyakinan yang saya maksud adalah tentang keyakinan saya pada ketidakmampuan Paris Saint Germain untuk menebus release clause Neymar senilai 222 juta euro (atau sekitar 3,4 triliun rupiah). Keyakinan saya pada keteguhan hati Neymar untuk tetap bersama Barcelona. Keyakinan saya tentang kemampuan Messi untuk meyakinkan Neymar agar tetap bertahan di Barcelona. Keyakinan saya pada manajemen Barcelona yang akan mampu mempertahankan Neymar (kalau yang ini, saya sebenarnya ragu).

Pada akhirnya, kita tau bagaimana saga transfer Neymar berakhir. PSG akhirnya mematahkan keyakinan saya tentang ketidakmampuan mereka. Neymar akhirnya menghabisi keyakinan saya tentang keteguhan hatinya pada Barcelona. Messi akhirnya membuat sirna keyakinan saya dengan membuat postingan instagram sebagai ucapan perpisahan pada Neymar. Manajemen Barcelona akhirnya menyempurnakan semuanya itu.

Tak ada yang bisa disalahkan memang. Messi masih terlalu kuat karisma nya untuk dikalahkan Neymar. Lagipula, selama Messi masih menjadi pemain utama Barcelona, maka pemenang Ballon D'or dari Barcelona akan selalu sama, yaitu Messi. Padahal, kita semua tau bahwa Neymar sangat berambisi menyabet gelar pemain terbaik tersebut. Satu-satunya cara saat ini adalah dengan berhenti menjadi co-pilot bagi Messi dan mulai menjadi pilot, tentunya dengan pesawat yang berbeda.

Selain itu, PSG memang terlihat lebih berambisi dari Barcelona, ya walaupun pada faktanya PSG tidak berhasil menjuarai Ligue 1 pada musim lalu. Namun, hal tersebut tak memungkiri fakta bahwa manajemen PSG lebih baik dalam memperlakukan pemain dari pada manajemen Barcelona (saat ini). Lagipula, keseriusan PSG dalam merekrut Neymar menunjukkan bahwa klub ini sangat berambisi untuk memperkuat skuadnya. Lain cerita dengan Barcelona. Pada awal sampai pertengahan Juli, kita disuguhi berita bahwa Verratti akan direkrut oleh Barcelona. Namun, hanya karena banderol yang mahal (80 juta pounds kalo tidak salah), akhirnya Barcelona menyerah dan malah memberikan Neymar kepada PSG.

Dari sisi Neymar, kepindahan ini akan membuatnya memiliki panggung sendiri. Setelah Ibrahimovic pergi, tak ada yang benar-benar memiliki aura bintang diskuad PSG. Semuanya seperti terbiasa dengan peran pembantu. Di Maria yang didatangkan dari Manchester United pun telah terbiasa berada dibawah bayang-bayang Cristiano Ronaldo, dan di PSG berada dibawah bayang-bayang (hantu) Ibra. Hehehe. Nah, dengan kepindahan Neymar, akan menjadi win-win sollution bagi Neymar dan PSG. Bagi Ney, dia akan disediakan panggung sendiri, sedangkan bagi PSG, mereka akan mendapatkan kepingan berharga yang akan mereka gunakan untuk menguasai Perancis (dan Eropa).

Lalu, bagaimana dengan Barcelona? Mungkin pertanyaannya akan lebih tepat jika diganti dengan "Bagaimana dengan Bartomeu ?". Hmm. Pertanyaan yang sulit. Barca sekarang seperti kalang kabut untuk mencari pengganti Neymar. Trio MSN yang menjadi andalan selama 3 musim terakhir, akhirnya harus 'bercerai'. Coutinho, Dybala, Ousmane Dembele, dan Youssouf Mulumbu dikabarkan tengah diincar oleh Barcelona. Namun, menurut prediksi saya, hanya Youssouf Mulumbu yang akan mendarat di Barcelona. 

GOOD BYE, NEY !!!


Labels: Barcelona, La Liga, Neymar, Paris Saint Germain, Transfer Gila

Thanks for reading KEYAKINAN YANG TAK BISA DI YAKINI. Please share...!

0 Komentar untuk "KEYAKINAN YANG TAK BISA DI YAKINI"

Back To Top