Tak berniat memojokkan gajah yang memang tidak mempunyai salah apapun, namun mendengar kata gajah setelah sepakbola membuat hati ini tergelitik. Seolah kembali teringat ketika menonton pertunjukan gajah yang diadakan sepuluh tahun sekali di kampung saya. Dimana beberapa gajah hanya menendang bola kesana kemari dengan arah yang tak tentuPSIS Semarang namun dengan niat menjadi pemenang. Nah, begitu juga yang terjadi dengan PSS Sleman yang berhadapan , bedanya, para pemain PSS Sleman dan PSIS telah dirasuki roh pecundang dan malah bermain untuk kalah.
![]() |
| PSSI mana?? |
Mereka malah berlomba untuk memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Aneh tapi nyata. Sebuah pertandingan antara dua klub yang punya sejarah, malah ternoda dengan aksi konyol dan bodoh dari pemain antah berantah. PSIS Semarang merupakan runner-up Liga Indonesia tahun 2006 dan gagal juara hanya karena Christian Gonzales. Saya masih ingat, para pemain PSIS berjuang mati-matian demi memperebutkan sebuah kemenangan. Namun, semuanya itu bertolak belakang dengan apa yang ditampilkan oleh para pemain PSIS sekarang.
Entah apa yang merasuki pikiran pemain-pemain PSIS sehingga mereka mau bertingkah bodoh. Namun, menurut dugaan beberapa pihak adalah upaya mereka untuk menghindari posisi juara grup, karena akan membuat mereka bertemu dengan Pusamania FC. Suatu alasan yang sangat menjijikkan.
Berbeda lagi dengan PSS Sleman. Tim yang bermarkas di stadion Maguwoharjo ini saya kenal dengan suporternya yang sangat kreatif dan sangat antusias saat menyaksikan timnya bertanding. Sangat di sayangkan, para pemain PSS Sleman malah menyia-nyiakan ketulusan suporter yang mendukung mereka. Sungguh sangat di sayangkan, ini ibarat pepatah Air susu di balas dengan air tuba.
Persepakbolaan Indonesia masih belum sembuh dari kekecewaannya saat timnas U-19 yang diharapkan bisa memberi sesuatu yang berharga malah tampil anti-klimaks dengan point 0 yang di bawa dari Myanmar, malah ditambah dengan perilaku tak sportif.
Entahlah, mungkin persepakbolaan Indonesia hanya bisa sampai di titik dimana kita hanya bisa berharap, dan saat harapan itu mulai muncul, akan ada pencuri yang mengambilnya tanpa permisi bahkan tanpa nurani. Semoga Indonesia punya satpam untuk menjaga harapan-harapan yang ada agar tidak di curi oleh maling.
Semoga gajah-gajah yang ada dan masih berkeliaran segera kembali ke habitatnya di hutan liar sana. Lapangan sepakbola bukanlah tempat yang cocok buat para pecundang seperti mereka. Sudah saatnya Indonesia berbenah. Kalau tidak, akan banyak gajah-gajah yang lain berkeliaran di kompetisi-kompetisi Indonesia.
| Tim penuh jiwa pemenang |
Berbeda lagi dengan PSS Sleman. Tim yang bermarkas di stadion Maguwoharjo ini saya kenal dengan suporternya yang sangat kreatif dan sangat antusias saat menyaksikan timnya bertanding. Sangat di sayangkan, para pemain PSS Sleman malah menyia-nyiakan ketulusan suporter yang mendukung mereka. Sungguh sangat di sayangkan, ini ibarat pepatah Air susu di balas dengan air tuba.
| Totalitas |
Persepakbolaan Indonesia masih belum sembuh dari kekecewaannya saat timnas U-19 yang diharapkan bisa memberi sesuatu yang berharga malah tampil anti-klimaks dengan point 0 yang di bawa dari Myanmar, malah ditambah dengan perilaku tak sportif.
Entahlah, mungkin persepakbolaan Indonesia hanya bisa sampai di titik dimana kita hanya bisa berharap, dan saat harapan itu mulai muncul, akan ada pencuri yang mengambilnya tanpa permisi bahkan tanpa nurani. Semoga Indonesia punya satpam untuk menjaga harapan-harapan yang ada agar tidak di curi oleh maling.
Semoga gajah-gajah yang ada dan masih berkeliaran segera kembali ke habitatnya di hutan liar sana. Lapangan sepakbola bukanlah tempat yang cocok buat para pecundang seperti mereka. Sudah saatnya Indonesia berbenah. Kalau tidak, akan banyak gajah-gajah yang lain berkeliaran di kompetisi-kompetisi Indonesia.
Labels:
Indonesia,
PSIS Semarang.,
PSS Sleman,
sepak bola gajah
Thanks for reading Elephant Soccer. Please share...!

0 Komentar untuk "Elephant Soccer"