Menyaksikan tim idola yang berada di Eropa nun jauh sudah pasti merupakan ritual wajib bagi para suporter. Meskipun tak menyaksikan langsung, tetapi ada kepuasan tersendiri apalagi jika tim pujaan itu menang.
Hal yang saya alami tak jauh berbeda dengan kondisi diatas. Sebagai fans Barca, saya selalu menyempatkan diri untuk menonton Barca melalui tivi kecil di kos saya. Loh, kok jadi curhat?.
Oke, baiklah. La Liga yang diolah oleh RFEF (PSSI-nya Spanyol) tampaknya sangat jarang mementaskan pertandingannya pada siang hari waktu setempat, ataupun sore waktu Asia.
Namun, Barca harus bermain pada siang hari. Getafe adalah tim yang beruntung mendapat kesempatan bermain di tengah hari melawan Barca. FYI, ini merupakan pertandingan pertama Barca sejak 1965 dimana waktu pertandingannya pada siang hari.
Pada pertandingan ini, Jordi Roura melakukan rotasi pemain. Song dipercaya mengisi Busquet's rule, sementara Iniesta menjadi si nomor 6 yang absen karena cedera.
Barca langsung tancap gas sejak awal laga, layaknya pebalap F1 yang mengejar podium. Terbukti, baru 6 menit berjalan, umpan terobos Iniesta membelah pertahanan tim yang mengalahkan Real Madrid tahun lalu itu. Kemudian, Sanchez yang sudah tobat menaklukan kiper Getafe dengan dingin, sedingin es di Kutub Utara.
Mendominasi laga. Messi membuat sinar matahari semakin menyengat hati para pendukung tim ibukota tersebut. Unggul 2-0, Barca terus menekan di babak kedua.
Serangan balik yang diandalkan Getafe pun tak berjalan lancar, apalagi Song sudah menunjukkan bahwa dia bukanlah perekrutan sia-sia. Meskipun positioningnya tak sebaik Busy, tapi dia bisa jadi kreator serangan yang handal.
Setidaknya Sandro Rossel masih bisa santai sambil menikmati secangkir kopi di tribun VIP melihat jugadors-jugadors anyarnya bisa memberi kontribusi nyata, seperti Alba yang memberi assist kepada Villa yg menggandakan keunggulan Barca.
Memang Barca membuat para penonton di Camp Nou sangat nyaman. 3 gol lagi di ciptakan Barca pada babak kedua. Tapi, ini merupakan pertandingan kedelapan dimana Barca gagal membuat cleen sheet. Selalu ada kesalahan komikal dari lini belakang Barca. Sekomikal serial kartun Tsubasa yang fenomenal.
Meskipun dikomandoi bek dua generasi, Barca seolah lupa bagaimana caranya cleen sheet. Ini jadi tugas Jordi Roura.
0 Komentar untuk "Pertunjukan Tengah Hari di Semenanjung Iberia"