Perang dingin antara blok barat dengan blok timur sudah lama terjadi. Blok barat kini lebih unggul ditandai dengan bubarnya negara Uni Soviet. Kedua blok ini selalu bersaing. Jika Amerika punya pesawat Boeing, maka Russia punya Sukhoi. Persaingan keduanya sangat alot dan menggunakan teknologi tinggi, sehingga perang dingin ini sering juga di sebut perang bintang.
Perang dingin ini memang tak terjadi di Spanyol. Peperangan berlangsung lebih terbuka. Yang terbaru, serdadu Katalan berhasil menahan gempuran-gempuran para tentara pemerintahan, Madrid. 'Peperangan' ini terjadi bertempat di Santiago Bernabeu. Bukan perang yang sesungguhnya, tapi pertandingan sepakbola yang disebut-sebut sebagai pertandingan terpanas didunia.
Pertandingan dimulai pukul 03.00 waktu Indonesia barat. Barca menurunkan skuad terbaiknya. Tetap dengan pola 4-3-3. Duet centerback terbaik Barca, Puyol-Pique harus berhadapan dengan striker-striker mahal milik Real Madrid.
Diawal pertandingan, Madrid langsung menggempur Barca. Freekick Cristiano masih bisa ditepis oleh kiper nyentrik, Pinto. Barca seolah tak bisa bernafas dibuat tekanan hebat yang dilakukan anak-anak Madrid kepada Xavi. 30 menit pertama, Xavi seolah hilang dari lapangan, setiap dia menyentuh bola, 2 pemain Madrid akan melakukan marking dan tackle. Barca tak punya peluang di babak pertama. Duet fullback, Alves dan Alba juga jarang membantu serangan. Mereka malah disibukkan oleh pergerakkan Cristiano. Sementara Messi, terkepung oleh apitan dua centerback dan dua defensif midfielder Madrid. Serangan balik yang menjadi andalan Madrid praktis jarang terlihat di babak pertama.
Babak kedua, thriller kembali berlanjut. Barca langsung menggebrak dan tetap memegang kendali ball possesion. Tapi, Madrid lupa menjaga Xavi Hernandez seperti yang mereka lakukan pada babak pertama. Sehingga Barca semakin leluasa menggempur pertahanan Madrid. Akhirnya, sebuah bola intercept dari Messi langsung mengarah ke Cesc yang berada pada posisi tidak terkawal. Dengan dingin dia menaklukan Diego Lopez dan mencetak gol keduanya di El Clasico.
![]() |
| Gollll......! |
Torres yang menciptakan satu assist disaat Chelsea bermain melawan Reading seolah merasuki para pemain Barca dan Madrid. Ada satu peluang yang harusnya jadi gol, tapi Pedro melakukan Torres... Sama halnya dengan Pedro, Ronaldo juga tak mau ketinggalan dengan menyia-nyiakan peluang emas di depan gawang Barca. Semoga mereka cepat disembuhkan. Intercept-intercept yang dilakuan Alba dan Alves kerap mematahkan serangan dari Madrid. Tetapi Barca juga tetap kesulitan membongkar pertahanan Madrid.
Apiknya permainan Varane yang baru berusia 18 tahun memaksa Barca harus puas dengan satu gol. Tackle nya yang eksepsional kerap mengagalkan peluang emas Barca. Ditambah, pemain Perancis ini berhasil mengungguli Cesc dalam duel udara untuk mencetak gol penyama kedudukan. Madrid 1-1 Barca. Game Over. Madrid berhasil menahan Barca, atau Barca berhasil menahan Madrid?. Yang jelas, Madrid tidak memainkan Pepe, Sergio Ramos, dan Di Maria.
Leg kedua akan menjadi krusial. Kedua tim harus menang. Barca memang diuntungkan dengan gol tandang nya. Tapi itu tak berarti apa-apa. Madrid tetaplah Madrid yang punya serangan balik mematikan. Tapi saya memprediksi Barca akan lolos dengan selisih agregat satu gol. Mengingat performa mereka jika bermain di Camp Nou. Siapa yang akan menang?. Hanya waktu yang akan menjawab.
Labels:
Barcelona,
Copa Del Rey,
El Clasico
Thanks for reading El Clasico Result : Como de costumbre! fantástico. Please share...!


0 Komentar untuk "El Clasico Result : Como de costumbre! fantástico"