Tak terasa, sudah 19 jornada La Liga yang terlaksana pada musim ini. Semua begitu cepat terjadi, namun banyak hal yang terjadi diluar dugaan dan diluar prediksi-prediksi sebelumnya. Penambahan kekuatan yang dilakukan Barca memang sangat dirasakan oleh skuad Barcelona, terutama perekrutan Jordi 'sang anak hilang' Alba.
Pergantian entrenador pun tak terlalu berpengaruh pada pola permainan Barcelona. Tito Vilanova yang awalnya diragukan kapasitasnya ternyata sudah sangat memahami permainan Azulgrana.
18 kemenengan dari 19 laga jelas bukanlah hal yang mudah didapat. Apalagi pertahanan Barca yang masih perlu ditambal disana-sini.
Kemasukan 20 gol dari 19 laga jelas bukanlah statistik yang bagus untuk klub sekelas Barca. Bandingkan dengan Malaga yang hanya kemasukan 16 gol, meskipun hanya diposisi keempat klasemen. Cederanya Pique diawal-awal musim seakan membuat masalah di lini pertahanan Barca semakin komplet. Praktis Barca hanya mengandalkan bek 'darurat' yakni Mascherano dan Song. Pemain-pemain muda dari tim B dirasa belum layak untuk bertanding di laga sekelas La Liga. Bartra memang diberi kesempatan sesekali untuk melakoni laga-laga mudah.
Kerapuhan lini belakang ini diperparah dengan kurang maksimalnya penampilan Valdes saat diawal-awal musim. Laga yang menggambarkan 'hancurnya' lini belakang Barca tidak lain adalah saat menghadapi La Coruna. 4 gol berhasil di masukkan Super Depor ke gawang Valdes. Namun, Barca tetap memenangi laga karena tertolong oleh 5 gol yang 3 diantaranya dicetak Messi.
![]() |
| Bek dadakan part II |
Lini tengah dan depan Barca rasanya tak perlu lagi di rombak. Hanya ada perlu penambahan skuad muda yang bisa menggantikan peran sang maestro dan sang illusionist. Lini depan juga seakan sempurna dengan kehadiran Lionel Messi. Namun saya agak kecewa dengan penampilan Sanchez di paruh musim pertama ini. Tidak banyak kontribusi diberikan Alexis. Semoga Alexis segera cepat 'bertobat' sehingga board Barcelona dapat mempertahankannya di Camp Nou. Secara keseluruhan, kontribusi gol Barca masih bergantung pada el messiah. 28 gol dari 19 laga seakan membuktikan kualitas sang Messiah. Berbeda jauh dengan penyumbang gol terbanyak kedua, yakni Cesc yang hanya mengoleksi 6 gol.
Dengan gol nya itu, Messi berhasil memuncaki tabel el pichici disusul Falcao dengan 18 gol. Dan saingan si CR7 yang kembali di belakangi Messi, hanya menduduki peringkat 3 dengan 16 gol.
Dari peta klasemen, Barcelona seolah berlari sendirian menuju Juara La Liga. Ibarat Ferrari yang jauh meninggalkan Esemka :). Real Madrid seolah menjual seluruh kekuatannya pada bursa transfer musim panas lalu. Mereka menelan empat kali kekalahan dan empat kali seri. Jelas ada yang salah dengan Madrid. Saya rasa ini merupakan buah dari keegoisan Mou yang hanya mementingkan orang dari Portugal, sehingga para pemain Spanyol di Madrid merasa di anak tirikan. Ah, toh Madrid tetaplah Madrid, yang menebar ancaman kepada siapa saja. Jadi Barcelona harus waspada.
Saingan terdekat Barca 'hanya' lah Atletico Madrid. Yang musim lalu mendepak pelatihnya dan menggantikannya dengan Diego Simione. Nama terakhir membuat Atletico semakin beringas dengan Falcao-nya. Dengan 44 point-berbeda 11 angka dari Barca-, Atletico sudah memberi sinyal kepada Barca-Madrid bahwa mereka sudah siap meruntuhkan dominasi Barca-Madrid seperti yang dilakukan Valencia pada musim 2003/2004 dengan Benitez sebagai arsiteknya.
Bagaimanpun, Barca telah berada dijalur yang benar. Sekali lagi, hanya Tuhan yang dapat menggagalkan Barca menjadi juara La Liga 2012/2013.
Siapa yang juara? Mari kita saksikan bersama...............
Labels:
La Liga
Thanks for reading Review Half Season 2012/2013 : Barcelona berlari sendiri. Please share...!


0 Komentar untuk "Review Half Season 2012/2013 : Barcelona berlari sendiri"